
Parimo, Updatesulawesi.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya sadar bencana sejak dini dengan menerima kunjungan edukatif dari siswa-siswi Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD IT), Rabu (21/04).
Rombongan siswa disambut langsung oleh para kepala bidang, pejabat fungsional, serta staf BPBD. Kegiatan ini dirancang sebagai sarana pembelajaran interaktif agar para siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana penanggulangan bencana dilakukan di lapangan.
Dalam kunjungan tersebut, siswa diajak berkeliling area kantor untuk mengenal berbagai peralatan, sarana, dan prasarana kebencanaan. Mereka diperkenalkan pada armada operasional, perlengkapan evakuasi, serta fungsi masing-masing alat yang digunakan dalam situasi darurat. Penjelasan ini bertujuan menumbuhkan pemahaman dasar tentang pentingnya kesiapan logistik dalam menghadapi bencana.
Selanjutnya, para siswa mengunjungi Gedung Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD. Di lokasi ini, mereka melihat langsung sistem pengendalian operasi, alur komunikasi, serta mekanisme koordinasi antarinstansi saat terjadi bencana. Petugas juga menjelaskan bagaimana informasi dikumpulkan, dianalisis, dan disebarluaskan secara cepat untuk mendukung pengambilan keputusan.
Tidak hanya itu, siswa juga mendapatkan pembekalan materi dasar kebencanaan, meliputi jenis-jenis bencana yang berpotensi terjadi di wilayah Parigi Moutong, upaya mitigasi risiko, serta langkah-langkah kesiapsiagaan sederhana yang dapat dilakukan di lingkungan rumah maupun sekolah. Edukasi ini diharapkan mampu membentuk sikap tanggap dan tidak panik ketika menghadapi situasi darurat.
BPBD Kabupaten Parigi Moutong menegaskan bahwa edukasi kebencanaan merupakan investasi jangka panjang dalam membangun masyarakat yang tangguh bencana. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan sekolah-sekolah lain dapat mengintegrasikan materi kebencanaan ke dalam proses pembelajaran, sehingga kesadaran, pengetahuan, dan kesiapsiagaan dapat tertanam sejak usia dini.
















