Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Kesehatan

UHC Capai 90 Persen, RSUD Anuntaloko Lakukan Strategi Baru Atasi Kepadatan Rawat Inap

×

UHC Capai 90 Persen, RSUD Anuntaloko Lakukan Strategi Baru Atasi Kepadatan Rawat Inap

Sebarkan artikel ini
(Foto: AI Generated)

Parimo, Updatesulawesi.id – Meningkatnya jumlah peserta Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Parigi Moutong membawa konsekuensi terhadap tingginya kebutuhan pelayanan kesehatan, khususnya ketersediaan ruang rawat inap di RSUD Anuntaloko Parigi. Kondisi tersebut mendorong manajemen rumah sakit menyiapkan langkah antisipatif agar pelayanan kepada pasien tidak terganggu saat kapasitas ruang perawatan mengalami kepadatan.

Salah satu strategi yang akan diterapkan adalah mengoptimalkan pemanfaatan Ruang VIP B sebagai ruang perawatan sementara bagi pasien prioritas UHC kelas I apabila seluruh ruang rawat inap kelas I telah terisi penuh.

Kebijakan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur RSUD Anuntaloko Parigi, Irwan, saat menghadiri Forum Komunikasi bersama BPJS Kesehatan dan tenaga kesehatan di Parigi, Senin (22/6/2026).

“Saat ini tingkat kepesertaan UHC aktif di Kabupaten Parigi Moutong telah mencapai sekitar 90 persen. Kondisi ini tentu berdampak pada meningkatnya kebutuhan pelayanan, terutama terhadap ketersediaan ruang rawat inap,” kata Irwan.

Baca berita lainnya :  Dinkes Parigi Moutong Luncurkan Program SIMPATIK, Hadirkan Pelayanan Kesehatan Lebih Humanis

Menurutnya, semakin luas cakupan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi tantangan tersendiri bagi rumah sakit untuk tetap menjaga kualitas pelayanan. Peningkatan jumlah pasien harus diimbangi dengan kesiapan fasilitas agar setiap warga yang membutuhkan perawatan dapat segera memperoleh tempat tidur tanpa harus menunggu.

Atas dasar itu, manajemen RSUD Anuntaloko melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tingkat pemanfaatan seluruh ruang perawatan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa Ruang VIP B memiliki tingkat hunian yang relatif lebih rendah dibandingkan ruang rawat inap lainnya, sehingga dinilai layak dioptimalkan sebagai ruang cadangan ketika terjadi lonjakan pasien.

Baca berita lainnya :  Tips Sederhana Agar Bisa Tidur Nyenyak

“Apabila ruang perawatan kelas I sudah penuh, pasien prioritas UHC akan kami tempatkan sementara di Ruang VIP B agar pelayanan tidak tertunda. Prinsip kami adalah memastikan setiap pasien tetap memperoleh ruang perawatan sesuai kebutuhan medisnya,” jelas Irwan.

Ia menegaskan, kebijakan tersebut bukan berarti mengubah fungsi pelayanan VIP secara permanen, melainkan merupakan bentuk optimalisasi aset rumah sakit agar seluruh fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal demi kepentingan masyarakat.

Menurut Irwan, meningkatnya cakupan UHC menjadi indikator semakin banyak masyarakat yang terlindungi program jaminan kesehatan. Namun di sisi lain, kondisi itu juga menuntut rumah sakit untuk terus beradaptasi melalui penyesuaian sistem pelayanan, termasuk pengelolaan kapasitas tempat tidur.

Baca berita lainnya :  Posyandu di Parigi Moutong Bertransformasi, Kini Layani 6 Bidang Pelayanan Dasar Masyarakat

“Kami terus melakukan penyesuaian layanan sesuai perkembangan kebutuhan masyarakat. Optimalisasi ruang perawatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen kami untuk menghadirkan pelayanan yang cepat, aman, dan berkualitas, baik bagi peserta UHC maupun pasien umum,” ujarnya.

Dengan langkah tersebut, RSUD Anuntaloko Parigi berharap pelayanan rawat inap dapat berlangsung lebih efektif, mengurangi potensi antrean pasien yang membutuhkan perawatan, serta memastikan hak pelayanan kesehatan masyarakat tetap terpenuhi secara optimal.

“Harapan kami, setiap pasien yang datang bisa segera mendapatkan ruang perawatan tanpa harus menunggu terlalu lama. Itulah komitmen kami untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di RSUD Anuntaloko Parigi,” pungkas Irwan.

Total Views: 3
Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *