Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pmerintah Daerah

Parigi Moutong Diusulkan Jadi Lokus Program SEHATI 2027, Anggaran Capai Rp11 Triliun

×

Parigi Moutong Diusulkan Jadi Lokus Program SEHATI 2027, Anggaran Capai Rp11 Triliun

Sebarkan artikel ini
Kunjungan kerja Bupati Parigi Moutong Erwin Burase bersama rombongan bertemu dengan Mulyadin Malik Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) RI. (Foto: Aldi)

Parimo, Updatesulawesi.id – Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, disebut menjadi salah satu daerah yang diperhitungkan sebagai lokus Program Swasembada Ekonomi Hijau dan Pangan Terintegrasi (SEHATI) pada 2027.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) RI, Mulyadin Malik, saat menerima kunjungan kerja Bupati Parimo H. Erwin Burase bersama rombongan di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Menurut Mulyadin, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal sebelumnya dijadwalkan menerima langsung rombongan Pemerintah Kabupaten Parimo. Namun, agenda tersebut tidak dapat dihadiri Menteri karena berhalangan.

“Terima kasih Pak Bupati sudah berkunjung ke Kemendes PDT. Seyogyanya Pak Menteri yang akan langsung menerima kunjungan rombongan Pemda Parimo, hanya saja berhalangan hadir,” kata Mulyadin.

Ia mengatakan, berdasarkan pesan Menteri, Parimo menjadi salah satu daerah yang diperhitungkan untuk pelaksanaan program SEHATI pada 2027.

Baca berita lainnya :  Sulteng Pacu Hilirisasi dan Proyek Strategis Nasional, Parigi Moutong Disiapkan Jadi Motor Ekonomi Baru Indonesia Timur

Mulyadin menjelaskan, program tersebut memiliki alokasi anggaran sekitar Rp11 triliun yang ditujukan bagi 7.000 desa mandiri pangan di Indonesia.Besaran anggaran untuk setiap desa, kata dia, bervariasi antara Rp1 miliar hingga Rp2,5 miliar.

“Total anggaran masing-masing desa bervariasi mulai dari Rp1 miliar hingga Rp2,5 miliar. Tidak elok kalau Kabupaten Parimo tidak dapat program ini, apalagi Pak Bupati sudah datang,” ujarnya.

Mulyadin juga menyebut anggaran program tersebut berasal dari hibah Bank Dunia yang bekerja sama dengan Kemendes PDT. Karena itu, menurut dia, anggaran tersebut berada di luar APBN.

Ia mengatakan salah satu faktor yang menjadi pertimbangan dalam pengembangan program di Parimo adalah keterbukaan daerah terhadap transmigrasi.

“Makanya Kabupaten Parimo diperhitungkan ke depan. Tinggal bagaimana nanti mengelolanya, atas nama Pemda bersama DPRD serta OPD-nya, agar bisa maju ke depan,” katanya.

Bupati Parimo H. Erwin Burase mengatakan daerah yang dipimpinnya memiliki jumlah penduduk sekitar 467 ribu jiwa, dengan 273 desa dan lima kelurahan.

Baca berita lainnya :  Bupati Parigi Moutong Tekankan Sinergi dan Ketepatan Sasaran Pembangunan di Moutong

Menurut Erwin, program SEHATI yang mencakup swasembada pangan, ekonomi hijau, ketahanan pangan hingga hilirisasi dapat disinergikan dengan visi pembangunan Kabupaten Parimo, yakni “Maju, Mandiri dan Berkelanjutan melalui Gerakan Membangun Desa (Gerbang Desa)”.

Ia mengatakan Parimo memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan, termasuk sektor pertanian.

“Parimo merupakan salah satu daerah penghasil beras terbesar di Sulawesi Tengah,” kata Erwin.

Di sektor perkebunan, Erwin menyebut durian sebagai salah satu komoditas unggulan daerah. Ia menyampaikan terdapat sekitar 5.577 hektare lahan durian dengan jumlah tegakan yang disebut mencapai 5.577 pohon.

“Durian asal Kabupaten Parimo sekarang sudah ekspor ke Tiongkok dalam bentuk beku. Jumlah packing house 17, tiga di antaranya telah memiliki izin ekspor,” jelasnya.

Selain durian, Erwin menyebut kelapa dalam sebagai salah satu komoditas perkebunan yang banyak dihasilkan di Parimo. Potensi lain juga terdapat di sektor perikanan, termasuk produksi ikan tongkol.

Baca berita lainnya :  Hangatnya Silaturahmi Antar Daerah, Bupati Parigi Moutong Hadiri HUT ke-23 Pasangkayu

Menurutnya, pengembangan sektor pertanian, perkebunan dan perikanan perlu terus dilakukan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Saat ini, sudah mulai banyak pihak-pihak yang masuk ke Kabupaten Parimo melirik sektor-sektor tersebut, seperti perikanan, pertanian dan perkebunan,” ujarnya.

Erwin juga mengatakan kondisi efisiensi anggaran saat ini turut berdampak terhadap desa-desa di Parimo. Meski demikian, ia menyebut sejumlah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang telah dikembangkan mulai menunjukkan perkembangan.

Atas kondisi tersebut, Erwin berharap dukungan Kemendes PDT melalui program SEHATI dapat membantu pengembangan potensi desa serta mendorong peningkatan perekonomian masyarakat di Parimo.

Dalam kunjungan tersebut turut hadir Ketua DPRD Parimo Alfres Tonggiroh, Wakil Ketua DPRD Sayutin Budianto bersama sejumlah anggota DPRD, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Total Views: 195
Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *