
Parimo, Updatesulawesi.id – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mempercepat penyelesaian pembangunan sekaligus proses serah terima operasional Koperasi Merah Putih (KMP) di seluruh desa dan kelurahan. Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Parigi Moutong, Zulfinasran, di Ruang Rapat Sekda Kantor Bupati, Kamis (23/07).
Rapat dihadiri Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Parigi Moutong, Fit, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta unsur TNI yang turut mendukung pelaksanaan program strategis nasional tersebut.
Fokus utama rapat adalah mempercepat penyelesaian pembangunan gedung Koperasi Merah Putih sekaligus memastikan seluruh tahapan verifikasi, validasi, hingga serah terima aset berjalan sesuai ketentuan pemerintah pusat agar koperasi dapat segera beroperasi dan dimanfaatkan masyarakat.
Dalam arahannya, Sekda Zulfinasran menegaskan seluruh perangkat daerah harus bekerja lebih cepat, terkoordinasi, dan tidak hanya menunggu laporan dari bawah.
“Saya minta seluruh perangkat daerah tidak hanya menunggu laporan, tetapi turun langsung ke lapangan melakukan verifikasi dan validasi. Kita harus mengetahui secara pasti mana yang sudah selesai, mana yang masih terkendala, serta solusi apa yang harus segera dilakukan,” tegasnya.
Menurut Zulfinasran, proses verifikasi tidak hanya mencakup kondisi fisik bangunan, tetapi juga memastikan seluruh persyaratan administrasi telah terpenuhi, mulai dari dokumen perencanaan, pelaksanaan, legalitas, hingga kelengkapan sarana dan prasarana sebelum dilakukan serah terima.
Ia menilai koordinasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program, mengingat masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, seperti persoalan lahan, legalitas, perizinan, hingga kesiapan administrasi pengurus koperasi.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Parigi Moutong, Fit, melaporkan bahwa dari total 283 desa dan kelurahan, baru sekitar 37 lokasi yang telah memulai pembangunan gedung Koperasi Merah Putih. Dari jumlah tersebut, empat lokasi telah mencapai progres pembangunan 100 persen.
Menurutnya, capaian tersebut masih berada di bawah target awal karena sejumlah hambatan teknis dan administratif masih harus diselesaikan.
“Target awal sebenarnya lebih besar. Namun, masih terdapat kendala terkait penentuan lokasi pembangunan, kesiapan lahan, serta beberapa persoalan administrasi kepengurusan koperasi. Meski demikian, kami terus berupaya mempercepat penyelesaiannya,” jelas Fit.
Ia menambahkan, program Koperasi Merah Putih merupakan salah satu program prioritas nasional yang bertujuan memperkuat perekonomian desa melalui pengembangan berbagai unit usaha produktif, seperti apotek desa, gerai sembako, penyedia sarana produksi pertanian, hingga layanan ekonomi lainnya yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam rapat tersebut juga disepakati pembentukan Tim Verifikasi dan Validasi yang melibatkan sejumlah OPD teknis. Tim ini akan bertugas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kesiapan fisik bangunan, kelengkapan dokumen administrasi, dokumen perencanaan, pelaksanaan pekerjaan, hingga fasilitas pendukung sebelum proses serah terima dilakukan.
Sekda juga meminta pembagian wilayah kerja bagi tim lapangan agar proses pemantauan dapat berjalan lebih efektif dan seluruh lokasi pembangunan dapat diawasi secara berkala.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah desa, unsur TNI, serta seluruh pemangku kepentingan guna memastikan percepatan pembangunan Koperasi Merah Putih berjalan sesuai target.
Melalui langkah tersebut, pemerintah daerah berharap seluruh koperasi yang telah dibangun dapat segera beroperasi sebagai pusat aktivitas ekonomi desa, memperkuat usaha masyarakat, membuka peluang ekonomi baru, serta menjadi motor penggerak peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Parigi Moutong.
















