Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
PertanianPmerintah Daerah

Bappelitbangda Teliti Penyebab Anjloknya Produksi Durian Parimo, Tanah Diduga Kehilangan Kesuburan

×

Bappelitbangda Teliti Penyebab Anjloknya Produksi Durian Parimo, Tanah Diduga Kehilangan Kesuburan

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Bappelitbangda Parimo, Mardiana. (Foto: Fita)

Parimo, Updatesulawesi.id – Produktivitas durian di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, mengalami penurunan drastis pada musim panen tahun ini. Di sejumlah sentra produksi, hasil panen petani bahkan tidak mencapai 2,5 persen, sementara sebagian kebun lainnya mengalami gagal panen total akibat fenomena yang dikenal masyarakat sebagai bangkalan.

Kondisi tersebut mendorong Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Parigi Moutong melakukan penelitian guna mengungkap penyebab utama menurunnya produksi durian yang selama ini menjadi salah satu komoditas unggulan daerah.

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Bappelitbangda Parimo, Mardiana, mengatakan hampir seluruh petani di sentra produksi durian merasakan dampak penurunan hasil panen yang sangat signifikan.

“Petani yang ada di Parigi ini hasil panennya tidak sampai 2,5 persen, bahkan ada yang gagal total. Rata-rata kondisinya semua begitu,” ujar Mardiana saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (30/7/2026).

Baca berita lainnya :  Pemkab Parigi Moutong Matangkan Persiapan HUT Ke-81 RI, Gubernur Sulteng Dijadwalkan Hadiri Rangkaian Kegiatan di Toribulu

Berdasarkan hasil penelitian sementara, fenomena bangkalan ternyata bukan disebabkan oleh serangan hama maupun penyakit tanaman. Tim peneliti justru menemukan indikasi bahwa penurunan produktivitas dipicu oleh menurunnya kualitas tanah akibat pemanfaatan lahan secara terus-menerus dalam jangka panjang, yang diperparah oleh cuaca panas ekstrem dan kemarau berkepanjangan.

“Dari hasil penelitian sementara yang kita dapatkan, itu sebenarnya bukan penyakit. Kondisi tanah yang rata-rata usianya sudah di atas 10 tahun, serta cuaca panas dan kemarau panjang kemarin sangat berpengaruh,” jelasnya.

Selain faktor iklim, penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus juga diduga menjadi penyebab berkurangnya kandungan unsur hara dalam tanah. Akibatnya, struktur tanah mengalami penurunan kualitas sehingga kemampuan tanaman untuk berbuah ikut melemah.

Baca berita lainnya :  Pemkab Parigi Moutong Susun Strategi Jaga Stabilitas Harga Komoditas Pangan

“Rata-rata tanah kita itu nutrisinya tinggal sekitar 25 persen karena sudah terlalu banyak dimasuki bahan kimia, sehingga struktur tanahnya rusak. Bahkan ada pohon yang baru berumur sekitar lima tahun juga mengalami gagal total dan tidak bisa dipanen sama sekali,” ungkap Mardiana.

Sebagai langkah mencari solusi, Bappelitbangda Parimo kini tengah mengembangkan formulasi pupuk yang mengombinasikan pupuk organik dengan penggunaan pupuk kimia dalam komposisi terbatas. Formula tersebut masih berada pada tahap uji coba dan diharapkan mampu memulihkan kesuburan tanah sekaligus meningkatkan produktivitas tanaman durian.

“Mudah-mudahan hasilnya bisa terlihat di tahun depan. Kalau memang SOP racikan pupuk ini berhasil dan bisa mengatasi masalah bangkalan, maka racikan pupuk itu nanti akan kita patenkan juga,” katanya.

Baca berita lainnya :  Parigi Moutong Borong Prestasi di Adujak GenRe Sulteng 2026, Bupati Dinobatkan Ayah GenRe Terbaik

Penelitian tersebut dipusatkan di Kecamatan Kasimbar dan Desa Beraban, Kecamatan Balinggi, sebagai lokasi percontohan. Kedua wilayah dipilih untuk memudahkan proses pemantauan, evaluasi, dan pengembangan metode pemulihan lahan.

Apabila uji coba berhasil, formulasi pupuk tersebut akan direkomendasikan untuk diterapkan di seluruh sentra produksi durian di Kabupaten Parigi Moutong. Langkah ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang guna memulihkan produktivitas durian sekaligus menjaga keberlanjutan komoditas unggulan yang selama ini menjadi sumber penghidupan ribuan petani di daerah tersebut.

Total Views: 85
Example 728x90

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *